[Review] Film A day with My Son / My son (2007)



Film ini nggak sengaja aku download sebelum libur semester kemarin. Aku iseng dowload film secara acak sebelum pulang ke rumah. Niatnya cari tontonan supaya nggak gabut liburannya. Hehe Maklum bukan anak main, jadi pulang ke rumah nggak banyak temen yang ngajak main ke sana ke mari.


Karena downloadnya juga acak, jadi pas nonton nggak terlalu berharap filmnya akan rame, jadi alasan menghabiskan waktu aja udah syukur. Apalagi adegan pertama adalah wawancara narapidana Hehe Tapi, selama nonton, beberapa kali aku bergumam penasaran dan mem-pause atau mengulang adegan saking penasarannya. Banyak hal yang bisa diresapi dan direnungi dari film ini.

Hal yang membuat tertaik di awal menonton hanyalah pemeran utamanya yaitu Cha Seung Won, karena aku tahu dia sedang membintangi drama Hwayugi di TVN. Dia juga aktor senior yang banyak main di drama televisi yang terkenal. Tapi, setelah menonton aku jadi kesengsem sama pemeran anaknya. Matanya yang sipit, tatapannya yang sendu, dan senyumnya yang manis membuatku penasaran. Aku langsung mencari informasi tentangnya segera setelah menonton. Ternyata dia pernah main di drama Faith bareng Lee Min Ho. Dia berperan sebagai raja Gong Min. Nama aktor ini adalahh Ryu Deok Hwan, dan aku harus kecewa karena dia sedang wamil. Whehehe
Cha Seung Won sebagai Lee Gang Shik
Ryu Deok Hwan sebagai Lee Joon suk 
 Filmnya sendiri berkisah tentang seorang narapidana bernama Lee Gang Shik dengan hukuman penjara seumur hidup yang mendapatkan hadiah untuk bisa pulang ke rumahnya selama satu hari. Ia pulang untuk bertemu ibu dan anaknya yang ia tinggalkan saat berusia 3 tahun. Anaknya bernama Lee Joon Suk. Awal pertemuan anak dan ayah ini sangat canggung. Aku sendiri mengira bahwa ini terjadi karena mereka berdua sudah 15 tahun tidak bertemu, apalagi Joon suk ditinggalkan sejak berusia 3 tahun. Di tambah, latar belakang Gang shik yang seorang narapidana karena kasus pembunuhan.
saat Lee Gang Shik menunggu Lee Jong Suk di depan sekolahnya
Aku merasa Joon suk awalnya keterlaluan, mengabaikan ayahnya yang jauh-jauh pulang untuk bergaul dengan anaknya. Ini membuat Gang shik banyak menyalahkan dirinya sendiri. Perjalanan setengah hari di luar penjara berjalan cepat, terasa tanpa makna, karena keduanya masih dalam suasana canggung.  Tapi semakin larut dan keduanya menyadari waktu bersama semakin sedikit. Mereka akhirnya bisa saling membuka hati, tertawa, dan menangis bersama. Momen ini, sangat hangat. Membuatku menenteskan air mata haru. Momen ini pula yang membuatku sulit mempercayai plot twist cerita film ini. Hahaha
Saat Gang shik bercerita tentang masa lalunya yang ia sesali
Saat keduanya mulai akrab dan terasa hangat sebagai ayah dan anak

Film ini memperlihatkan pada kita para narapidana yang sudah tidak memiliki harapan masa depan namun tetap berusaha hidup dengan memegang harapan mereka. Mereka dahulu memang melakukan perbuatan yang sangat salah, tapi setelah mengakui kesalahan mereka dan menaggung hukuman karena perbuatan mereka, membuat aku berpikir setiap orang harus diberikan kesempatan kedua. Ironis ketika Gang shik dengan hukuman penjara seumur hidup merasa iri pada narapidana lain yang mempunyai hukuman mati. Ia bergumam, bahwa setidaknya narapidana hukuman mati mempunyai sesuatu untuk ditunggu, yaitu waktu eksekusinya, walaupun selama menunggu itu dipenuhi rasa tak tenang. 

Film ini juga menyuguhkan hubungan antara anak dan ayah yang awalnya canggung berubah menjadi hangat. Digambarkan bagaimana Gang shik begitu menyesal atas perbuatannya di masa lalu sehingga membuat anaknya menderita seorang diri. Juga bagaimana Joon suk tetap menyayangi ayahnya dan menganggap seperti ayah-ayah lainnya. Ada momen Joon suk memperkenalkan pacarnya juga.
Satu satunya momen lucu sekaligus membahagiakan menurutku
Tapi, memang yang membuat sulit melupakan film ini adalah plot twistnya. Awalnya, ketika Gang shik menangis sesenggukan ketika mereka saling berpegangan tangan adalah karena sedih harus berpisah dengan anaknya. Perasaan seperti ‘aku baru memahami anakku malam ini, tapi aku harus pergi jauh lagi’ membuatku tak bisa menahan tangis. Namun, satu kalimat dari Gang shik membuatku me-pause film, dan berpikir cukup lama. Hahahaha
sebuah kenyataan pajit yang diketahui setelah berpegangan tangan
Ah, sungguh plot twist yang menyesakkan, namun ini menjelaskan semua yang terjadi di awal cerita. Kenapa Joon suk begitu cemas ketika ayahnya pulang. Kenapa ia canggung saat berada di rumah. Kenapa interaksi antara anak, ayah, dan nenek terasa sangat janggal. Ah, ternyata semua karena plot twist ini. Tapi, dari plot twist ini ada yang masih mengganjal di hatiku, bagaimana begitu hangatnya hubungan mereka malam itu, begitu terasa lovely antara anak dan ayah yang tidak bertemu sangat lama ini. Ah, susah menghilangkan perasaan bahagia ini walaupun dengan kenyataan bahwa Joon suk ini bukanlah Joon suk sebenarnya.


Selain tentang keluarga, film ini mengangkat cerita persahabatan yang mendalam. Pertemanan mereka membuatku takjub. Sampai teman Joon suk mau melakukan hal yang luar biasa seperti. Diperlihatkan juga pacar Joon suk yang selalu memperhatikan kegiatan Gang shik yang begitu senang bersama anaknya. Ah, sungguh luar biasa lah~
Persahabatan yang luar biasa



Aku sedikit tidak puas dengan ending ceritanya karena perasaan yang mengganjal ini. Hahaha Tapi, memang akhir cerita ini dibuat serealistis mungkin. Bagaiman Gang shik tetap berada di dalam penjara, dan Joon suk asli tidak pernah bisa bertemu ayahnya. Ah, sungguh menyesakkan.

Banyak yang bilang film ini setipe dengan fil My father yang dirilis tahun 2007 juga, aku belum berkesempatan untuk menontonnya, masih mencari link downloadnya. Jika ada yang tahu, bisa kabari aku ya, J

Mata yang menglihkan pandanganku wkwkwk


mungkin, ini ending terhangat, tapi tetep kurang nerima kalau dia bukan Joon suk huhu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

S.O.S GIRLBAND

Kuliah atau Organisasi?