Kuliah atau Organisasi?


Sebuah kegalauan menimpaku seminggu yang lalu. Sebenernya kasus ini banyak aku pikirkan dari dulu kala, saat mulai masuk kuliah. Tapi saat itu, entah mengapa diriku masih mengelukan kesanggupanku. Walah~ bahasanya berat gasih? Ehehehe

Jadi, masalah yang membuatku galau belakangan ini adalah terkait urusanku di bumi Padjadjaran. Ceileh~ Beratnya sih soal hak dan kewajiban, tentang skala prioritas, tentang hidup di usia 22 tahun lah~ gitu... Aku teh tiba tiba bingung sama prioritas aku hidup jauh dari orang tua. Harus memenuhi kewajibanku atau menjalankan hakku? Ya, sebenernya mah jalanin dulu kewajiban maka kamu akan dapat hakmu. Tapi aku bingung memilih ketika hak itu mempunyai nilai yang lebih besar.

Maksudnya gimana nih? Gini, aku cerita langsung aja deh, jangan banyak tele-tele ya. Aku disini kan 'diutus' oleh keluargaku untuk kuliah, menuntut ilmu. Nah, aku pergilah ke fakultas yang sudah menerima aku. Saat pertama kali datang ke acara pertama, ada namanya Penerimaan Anggota Muda. Digawangi organisasi kemahasiswaan. Kegiatan yang cukup lama berlangsung itu, memberikan materi yang mengunggulkan aktifnya di organisasi. Banyaknya manfaat yag akan diterima untuk masa depan di dunia kerja nanti. Sebut saja link, banyak temen, sifat kepemimpinan, sifat kerja sama, dan sifat keorganisasian lainnya. Nah, dari situ timbul semangat berorganisasi. Semester awal kuliah, tahu berapa organisasi dan kepanitiaan yang aku ikutin? Banyak pokoknya. Walaupun cuman jadi anggota. Wekekeke 

Lalu apa yang bikin galau? Sekarang nih, setelah mengarungi 3 semester dengan kesibukan itu, dan sekarang menjalani semester 4. Mulai merenung tuh. Liat IPK yang turun tiap semester, mengingat kualitas belajarku yang jelek, dan mengenang semangat menuntut ilmu yang turun juga. Aku jadi menyalahkan kemaniakanku di organisasi. Karena, terkadang aku mengesampingkan tugas kuliah untuk menjalankan tugas organisasi dulu. Aku juga mulai berpikir harus serius kuliah saat mulai suka ngikutin vlognya Kak Gita, ekekeke. Nah, di vlognya kak Gita kan suka nyeritain kuliah nya di Jerman, belajarnya kayak gimana, sama pelajarannya gimana juga kan. Selama yang aku udah tonton sih, kehidupan kuliahnya kak Gita itu tentang belajar, ngelab, sama exchange. Nah, aku jadi kepikiran di luar negeri berorganisasi itu penting ga ya? 

Galau super tuh disitu.Apalagi pas lagi galau itu, ada slek antara kuliah sama organisasiku. Ya, slek didiriku yang kurang bisa mengatur prioritas gitu. Aku jadi mikir, mundur aja gitu dari organisasi. Semester ini fokus ke pelajaran aja gitu? Apalagi semester depan udah masuk peminatan, buat fokus ke materi skripsi, terus lulus tuh. Sementara aku kan anak beasiswa yang terikat harus lulus 4 tahun. Gimana ya? Takut makin keteteran nih?

Aku curhat kan sama temen temen, trus nanya sama temen aku yang di organisasinya serius banget nih. Dia ngasih pandangannya tentang kuliah atau organisasi. 
"Kalau gua ya, ngeliat dari manfaat yang dikasih aja. Kalau kuliah ya, kita kan dapetnya IPK. Emang, ga bisa dipungkiri, IPK tuh jadi salah satu syarat penting buat masuk kerja. Ada IPK minimal kan? Tapi ada yang pernah bilang juga kan, perusahaan itu menempatkan IPK sebagai syarat administratif, tapi mereka ngeliat softskill kita buat penerimaannya. Nah, yang gua rasain, soft skill tuh didapet saat kita berorganisasi. Di organisasi gua punya banyak temen, kita bisa dapet banyak link atau konseksi ke berbagai perusahaan buat nanti daftar kerja tuh. Banyak informasi yang bisa kita dapet. Itu sih pentingnya buat gua.Tapi, ya ga bisa dipungkiri kita harus kuliah juga. Dan bener kita ga bisa ngejalanin dua duanya dengan ballance, tapi seenggaknya jangan buat salah satunya jelek banget gitu."

Gitu tuh pandangan temen aku kurang lebih. Dan terbuka lagi tuh kebaikan organisasi. Ada benernya juga. Pernah ada dosen aku yang bilang gini juga, yang terpenting untuk kerja itu soft skill kita, sekarang ini banyak perusahaan yang lebih mementingkan softskill kita dari pada IPK. Walaupun IPK tetepjadi syarat pendaftaran. 
Jadi gimana kesimpulannya?Kuliah atau organisasi? Jawabannya tergantung kebutuhan dan kemampuan pribadi sih. Kalau aku, sebisanya aka menjalankan dengan seimbang. Walaupun nanti hasil dari keduanya ga akan ada yang spesial, tapi setidaknya aku dapet manfaat dari keduanya. Tapi ada juga yang memfokuskan di salah satu tanpa meninggalkan yang lainnya. jadi fokus dan maksimal di satu bidang dan bidang yang lain jadi pendukung. Itu terserah pilihannya. Yang penting kita siap mempertanggungjawabkannya.

Begitulah kegalauanku selesai saat itu. Semoga aku bisa maksimal dikeduanya, walupun itu hampir ga mungkin. Ehehehe

Komentar

Postingan populer dari blog ini

S.O.S GIRLBAND

[Review] Film A day with My Son / My son (2007)