Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2014

Kamu dan Purnama

Bulan purnama bersinar sempurna di tengah gelapnya malam. Persis seperti malam itu, saat kita masih bisa memandang purnama itu bersama dengan tangan yang tertaut. Malam itu, menjadi malam terakhir kamu tersenyum kepadaku, kamu terus memegang erat tanganku, terus memeluk hangat. Ucapan yang selalu kamu bisikan malam itu pun, hingga kini masih terngiang di benakku. Ucapan yang kini telah terinjak oleh perbedaan diantara kita. Aku sudah bertemu dengan 5 purnama yang begitu terang, seperti memberitahukan, kamu bahagia sekarang. Aku hanya bisa memandang purnama itu, untuk terus mengingatmu dan mengenang kebersamaan kita dengan purnama. “Mila, sudah malam, ayo masuk! Tidak baik terlalu lama diterpa angin malam.” “Iya, Ma.” Kamu tahu? ini sudah menjadi agenda rutinku setiap purnama, orang tuaku mulanya begitu murka saat aku berlama-lama memandang bulan di tengah malam yang dingin hanya untukmu. Namun, kamu tahukan keras kepalanya aku. Hingga mungkin mereka menyerah, atau mereka...